Apakah Benar Peradaban Vikings Dan Muslim Pernah Berhubungan ? - Infomedia Terupdate - Miutensai.com
News Update
Loading...

3/15/2021

Apakah Benar Peradaban Vikings Dan Muslim Pernah Berhubungan ?

 


Viking merupakan sebutan untuk orang orang dari Utara yang sering menjarah sebuah negara dengan biadab, lalu apakah hubungan vikings dengan muslim ? Pada tahun 2015 tepatnya bulan Maret telah di temukan sebuah cincin bekas wanita viking yang bertuliskan "Untuk Allah" yang mengundang pertanyaan bagaimana kedua bangsa ini bisa berhubungan. Cincin itu bisa saja tidak berarti apa apa bila tidak ada bukti lain yang berhubungan dengan peradaban viking dengan muslim. Disini saya akan bahas awal mulai viking bertemu dengan muslim.




Awal mula pertemuan viking dengan muslim di awali dengan penjelajahan yang dilakukan Bjorn Ironside yaitu putra dari Ragnar yang meneruskan jejak ayahnya untuk berlayar keliling dunia dan menemukan peradaban baru untuk dijarah, dengan rasa penasaran yang tinggi lantas Bjorn akhirnya berlayar hingga ke laut mediterania pada abad ke 8, lantas disana bjorn dan pasukan menemukan sebuah peradaban baru tepatnya sebuah pulau yang bernama spanyol. Pada saat itu spanyol masih dikuasai oleh muslim sehingga dari situ bangsa viking bertemu dengan muslim, bangsa viking melakukan penjarahan terhadap daerah di laut mediterania dan berhasil membawa beberapa budak muslim untuk di bawa kembali ke utara.

Tidak sampai disitu masih pada abad ke 8 bangsa viking kembali ke laut mediterania yang masih di pimpin oleh Bjorn Ironside namun berbeda dengan hal sebelumnya, Bjorn tidak lagi berlabuh di spanyol tetapi memasuki laut mediterania lebih dalam dan sampai lah di kawasan timur jazirah arab, disini pasukang viking datang bukan sebagai penjarah melainkan sebagai pedagang, ketika sudah memasuki kawasan jazirah arab lebih dalam akhirnya Bjorn bertemu dengan salah satu pemimpin muslim saat itu dan nyaris membunuh Bjorn ironside. Namun Bjorn berhasil kabur sehingga dirinya masih selamat hingga pulang ke daerahnya yaitu Kattegat. Dari sinilah awal mula pertemuan viking dengan muslim yang di awali oleh putra dari penguasa utara yaitu Ragnar yang dilakukan oleh anaknya Bjorn Ironside.

Dilanjutkan pada abad kedelapan hingga 11 M, Viking menguasai sejumlah wilayah dari Eropa Barat hingga Asia Tengah. Dari sana saja tergambar adanya masa bersamaan keberadaan Viking de ngan kepemimpinan dinasti Islam yang dimulai pada era Abbasiyah.

Pada masa pemerintahan Khalifah Harun al-Rasyid, kontak peradaban Islam dengan kultur, agama, dan etnik di luar mereka sudah terjadi. Baitul Hikmah jadi buktinya. Bukti-bukti juga menunjukkan adanya hubungan baik antara Harun al-Rasyid dan Raja Charlemagne, pimpinan bangsa Franks sekaligus pendiri kekaisaran Romawi. Kala itu, Charlemagne me rupakan salah seorang penguasa paling ter kemuka di dunia.

Hubungan baik dengan Raja Charlemagne dimanfaatkan pula oleh Dinasti Abbasiyah untuk mengembangkan hubungan dagang, termasuk dengan para pedagang Viking.

Sama seperti pedagang Muslim, para pedagang Viking juga mengandalkan sistem barter untuk bebe rapa komoditas, seperti bulu, madu, kulit, da ging, ikan, dan beberapa komoditas lain. Perak dan beberapa logam terbilang benda mewah saat itu. Perak Abbasiyah dibawa para pedagang Viking ke Skandinavia, Rusia, dan Baltik.

Selain karena buku karya ilmuwan Muslim yang diterjemahkan ke bahasa-bahasa Eropa, mata uang dirham juga disebut turut berperan dalam perkembangan era Viking dan digunakan sebagai mata uang pada abad 10 hingga 12 M.

Mirip orang Viking, ilmuwan dan para penjelajah Muslim juga senang mengunjungi berbagai tempat. Pada masa awal rute dagang Volga, para penjelajah Muslim pertama kali memperhatikan orang Viking atau Rus dalam bahasa Arab. Orang Viking kemudian dikenal sebagai Rusia atau Oleh karena pangeran bang sa Viking pernah memimpin ekspedisi ke wila yah yang hari ini dikenal sebagai Rusia.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
Jangan Lupa Untuk Selalu Dukung Kami !
Done